Posted by: dqie | September 17, 2008

Dan Lubang Hitam Pun Berhenti Bertumbuh

NASA
Lubang hitam ultra masif mengintip dari pusat galaksi salah satu galaksi cluster terbesar. Kredit gambar : NASA

Alam semesta memang masih menyimpan banyak misteri. Ada sebagian yang telah terungkap namun sebagian besar masih membangun keingintahuan. Namun beberapa waktu lalu para peneliti dari Universitas Yale berhasil menemukan lubang hitam masif yang tampaknya menjadi batas teratas besarnya sebuah lubang hitam.

Lubang hitam dulunya dianggap sebagai objek eksotik yang langka. Namun saat ini telah diketahui kalau lubang hitam adalah objek yang banyak terdapat di seluruh alam semesta ini. Biasanya lubang hitang yang besar dan masif bisa ditemukan di pusat galaksi-galaksi besar. Lubang hitam yang ultra-masif diperkirakan memiliki massa lebih dari 1 milyar kali massa Matahari.

Kali ini, Priyamvada Natarajan dari Yale University dan Radcliffe Institute for Advanced Study beserta Ezequiel Treister dari University of Hawaii menunjukan monster gravitasi terbesar tersebut tidak akan bisa terus tumbuh selamanya. Ada saat dimana mereka menahan laju pertumbuhannya pada saat mereka mencapai akumulasi sekitar 10 milyar kali massa Matahari.

Lubang hitam ultra masif ini ditemukan di pusat galaksi ellips raksasa di dalam galaksi cluster yang sangat besar, dan diketahui sebagai yang terbesar di alam semesta. Bahkan lubang hitam terbesar di pusat Bima Sakti masih ribuan kali kurang masifnya dibanding pemangsa raksasa ini. Namun yang menarik, lubang hitam raksasa yang mengakumulasi massa dengan menghisap materi dari gas, debu dan bintang di area sekelilingnya ternyata tidak mampu bertumbuh melampaui batas yang saat ini tampak di alam semesta. Ini tidak hanya terjadi sekarang, namun di setiap epoch alam semesta mereka akan berhenti bertumbuh saat mencapai batas massa tersebut.

Mengapa lubang hitam itu berhenti berevolusi? Menurut Natarajan, lubang hitam tersebut tampaknya mencapai suatu kondisi ketika lubang hitam meradiasi energinya ketika ia menghisap sekelilingnya, sehingga berakhir dengan mengganggu pasokan gas mereka, yang bisa mengganggu pembentukan bintang di sekitarnya.Penemuan ini memberi implikasi pada studi pembentukan galaksi di masa depan. Hal ini terkait dengan keberadaan lubang hitam yang berada di pusat galaksi dan turut berevolusi bersama.

dikutip dari http://langitselatan.com

Sumber : Yale University


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: